Nama Lengkap dengan Gelar
Prof. apt. Tjie Kok, S.Si., M.Si., Ph.D.
Biografi
Prof. apt. Tjie Kok, Ph.D., adalah seorang dosen dan peneliti yang berdedikasi tinggi, dengan keahlian mendalam dan pengalaman luas di bidang farmasi dan bioteknologi. Beliau menyelesaikan pendidikan doktoralnya di University of Groningen pada tahun 2019, dengan fokus pada pengembangan inovasi dalam ilmu kefarmasian. Sebagai seorang pengajar, Prof. Tjie Kok telah membimbing mahasiswa dalam berbagai mata kuliah, termasuk Kimia Dasar, Kimia Analitik, Kimia Fisika, Kimia Organik, dan Biokimia, memberikan landasan yang kuat bagi generasi penerus ilmuwan. Kontribusi beliau tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga tercermin dalam penelitiannya yang inovatif, seperti pengembangan ekstrak probiotik-herbal untuk melawan virus, penemuan obat herbal untuk penyakit degeneratif dan infeksi mikroorganisme, serta studi tentang herbal Indonesia untuk penanganan COVID-19. Prof. Tjie Kok juga aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, melalui penguatan dan pengembangan kebun toga warga, sentra jeruk nipis, dan PDB desa herbal, menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan. Untuk meningkatkan kapasitas diri, Prof. Tjie Kok, Ph.D telah mengikuti berbagai pelatihan bergengsi, termasuk International Conference on Chemical, Environmental and Biological Sciences (ICCEBS 2012), yang semakin memperkaya wawasan dan keahlian beliau. Dengan semangat inovasi dan dedikasi yang tinggi, Prof. Tjie Kok terus memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, serta memberikan inspirasi bagi banyak orang.
Riwayat Ajar
| 2026 | |
|---|---|
|
|
| 2025 | |
|
|
Kepakaran
- Pengembangan dan formulasi produk herbal untuk penyakit degeneratif dan infeksi.
- Pemanfaatan bioteknologi dalam peningkatan kualitas dan rendemen tanaman obat.
- Aplikasi probiotik multistrain untuk penanganan penyakit metabolik dan inflamasi.
- Bioinformatika dan evaluasi bioaktivitas senyawa alam untuk pengembangan obat.
- Pengembangan produk pangan fungsional berbasis tanaman (plant-based food) dan gluten-free.