Prof. Dr. apt. Rika Yulia, S.Si., Sp.FRS.

Learning Beyond the Classroom
Foto Prof. Dr. apt. Rika Yulia, S.Si., Sp.FRS.

Prof. Dr. apt. Rika Yulia, S.Si., Sp.FRS.

Dr. apt. Rika Yulia, Sp.FRS., adalah seorang akademisi dan praktisi farmasi yang berdedikasi tinggi, dengan keahlian mendalam dan pengalaman luas di berbagai bidang ilmu kefarmasian. Beliau menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) di bidang Ilmu Kedokteran dari Universitas Airlangga pada tahun 2011, yang menjadi landasan kuat bagi karirnya. Sebagai seorang dosen, Dr. Rika Yulia telah membimbing dan menginspirasi banyak mahasiswa melalui pengajaran beragam mata kuliah, di antaranya Biokimia, Farmasi Sosial, Imunologi, Farmakologi-Toksikologi I, dan Anatomi-Fisiologi Manusia. Keterlibatannya tidak hanya terbatas pada ruang kelas; beliau aktif melakukan penelitian yang berfokus pada isu-isu krusial dalam dunia kesehatan, seperti analisis penggunaan antibiotika dan peta kuman pada pasien Diabetic Foot Ulcer (DFU), analisis penggunaan antivirus dan antibiotik dalam pengobatan pasien Covid-19, serta strategi kolaborasi apoteker-dokter dalam program Antibiotics Stewardship. Dr. Rika Yulia juga menaruh perhatian besar pada potensi pemanfaatan bahan-bahan alami, seperti yang terlihat dalam penelitiannya mengenai potensi madu fermentasi bawang putih sebagai kombinasi sinergis agen imunomodulator. Selain penelitian, beliau juga aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, berbagi pengetahuan dan keahliannya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas. Untuk terus meningkatkan kompetensinya sebagai tenaga pengajar, Dr. Rika Yulia juga mengikuti pelatihan Applied Approach (AA) Angkatan XII dan Sarasehan Budaya Organisasi Ubaya. Dengan kombinasi pendidikan yang solid, pengalaman mengajar yang luas, penelitian yang relevan, pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, dan komitmen untuk terus belajar, Dr. Rika Yulia adalah aset berharga bagi dunia farmasi dan pendidikan di Indonesia, yang terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mencetak generasi farmasis yang kompeten dan berintegritas.


Judul Forum
Aktivitas Ekstrak Glycine max (L.) Merr. Varietas Argomulyo Terhadap Kadar Timbal Dalam Darah dan Gambaran Histologi Hepar Mencit Yang Terintoksikasi Timbal
22 Oktober 2015
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM Uni
Trans Luxury Hotel, Jl. Gatot Subroto No. 289 Bandung
Indonesia
ANTIOXIDANT COMPOUNDS FROM METHANOL EXTRACT OF Glycine max L. MerrDETAM I AND II VARIETIES BY KINETIC MACERATION METHOD
15 November 2016
international conference on health polytechnic Surabaya
Surabaya
Indonesia
ACUTE ORAL TOXICITY OF METHANOL SEED EXTRACT OF GLYCINE MAX (L.) MER DETAM I AND II VARIETIES IN MICE
15 Mei 2017
5th International Postgraduate Conference On Pharmaceutical Sciences 2017
Faculty of Pharmacy, Universiti Teknologi MARA, Puncak Shah Alam, Selangor
Malaysia
IMPACTS OF BINDER AND DISINTEGRANT ON DETAM II SOYBEAN (Glycine max (L.) Merr) TABLET MADE BY DRY GRANULATION METHOD
15 Mei 2017
5th International Postgraduate Conference on Pharmaceutical Sciences 2017
Faculty of Pharmacy, Universiti Teknologi Mara (UITM), Puncak Alam Campus, Selangor
Malaysia
Profil Penggunaan Antibiotik Dan Peta Kuman Di Ruang Rawat Inap Rs Husada Utama Surabaya
6 September 2017
Rakernas dan PIT Ikatan Apoteker Indonesia 2017
INDONESIA CONVENTION EXHIBITION (ICE) Jalan BSD Grand Boulevard Raya No.1 BSD City Tangerang, Banten
Indonesia
Analysis of Total Phenolic and Genistein from Methanol Extract of Soybean Seed (Glycine max (L.) Merr) Detam-1 and Detam-2 Varieties
29 Agustus 2017
International conference on interdisciplinarity in natural product
Universitas Andalas
Indonesia
PENGARUH VARIASI PEMANIS TERHADAP FORMULASI GRANUL EFFERVESCENT (Glycine max (L.) Merr.) VARIETAS DETAM 1
11 Oktober 2017
Seminar Nasional Pokjanas Tanaman Obat Indonesia 2017
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang
Indonesia
Antibiotics Use Profile and Bacteria Profile at Obstetrics Department of Regional General Hospital, Pasuruan
19 Oktober 2017
2 nd ICAPPS 2017
The Santosa Villas and Resort, Lombok - Indonesia
Indonesia
The role for Pharmacy Education to overcome the problem on Antimicrobial Resistance
21 November 2017
ASEAN Pharmnet 2017
Grand Seasons Hotel, Kuala Lumpur
Malaysia
"PROFIL PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN PASIEN DEWASA TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI RUMAH SAKIT HUSADA UTAMA SURABAYA"
19 April 2018
pertemuan ilmiah tahunan ikatan apoteker Indonesia 2018
pekanbaru, Riau
Indonesia
Profile and Evaluation of Bacteria and Antibiotics Used in Pneumonia at Regional General Hospital (RSUD), Bangil Regency : an Observational Study
4 Oktober 2018
International Conference on Pharmaceutical Research and Practice
The Alana Hotel and Convention Center
Indonesia
Antibiotic preferred option for diarrhea children in a Regional General Hospital in Indonesia
13 Oktober 2018
ISM CMID, KONAS PAMKI, NS IARW 2018
Bumi Surabaya City Resort
Indonesia
Oral anti-tuberculosis (Anti-TB) drugs in the hospitals: a medication reconciliation needed
14 November 2019
The 6th ICPAPS – The 3rd ASEAN PharmNET 2019
Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, Indonesia
Indonesia

2026
  • ANATOMI-FISIOLOGI MANUSIA
  • BIOLOGI SEL
  • IC FOR MED. IN INFECT. & RESP. DIS.
  • IMUNOLOGI DAN HEMATOLOGI
  • PATOFISIOLOGI & MANAJEMEN PENYAKIT INFEKSI
  • PKPA PUSKESMAS
  • PKPA RUMAH SAKIT
2025
  • ANATOMI & FISIOLOGI MANUSIA
  • BIOKIMIA DAN BIOLOGI MOLEKULER
  • BIOMOLEKUL DAN BIOLOGI SEL
  • IC FOR MED. IN INFECT. & RESP. DIS.
  • IMUNOLOGI DAN HEMATOLOGI
  • PATHO. AND MANAGEMENT OF INFECTIOUS DISEASES
  • PKPA PUSKESMAS
  • PKPA RUMAH SAKIT

  1. Farmakoterapi dan Penggunaan Rasional Obat, khususnya antibiotik dalam konteks resistensi antimikroba.
  2. Kolaborasi Interprofesional, terutama antara apoteker dan dokter, dalam pengelolaan terapi antibiotik pada pasien infeksi
  3. Imunologi dan Imunomodulasi, termasuk pemanfaatan bahan alam seperti madu fermentasi bawang putih sebagai agen imunomodulator.
  4. Biokimia dan Biologi Molekuler, khususnya dalam konteks penyakit infeksi dan metabolik.

Navigasi